Minggu, 03 Juni 2012

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN (perkembangan fisik anak 3 tahun pertama)



DAFTAR ISI

Kata Pengantar.................................................................................i
Daftar Isi...........................................................................................ii
Pendahuluan......................................................................................iii
Proses Persalinan..............................................................................1
Bayi Baru Lahir…………………………….....................…………2-3
Kematian Pada Masa Bayi.................................................................3
Perkembangan Fisik Awal..................................................................4-5
Otak dan Perilaku Refleks…………………..................……………5-10
Kemampuan Sensoris Awal……………….....................…………..10-12
Perkembangan Motoris................................................. ....................12-15
Penutup.............................................................................................16
Daftar Pustaka................................................................ ..................17






ii
PENDAHULUAN
            Pertumbuhan yang pesat selama rentang kehidupan terjadi pada masa bayi dan pada periode pubertas. Selama enam bulan pertama, pertumbuhan terus terjadi dengan pesat seperti pada periode prenatal dan kemudian mulai menurun. Dalam tahun kedua tingkat pertumbuhan cepat menurun. Selama tahun pertama, peningkatan berat tubuh lebih besar daripada peningkatan tinggi, selama tahun kedua terjadi hal yang sebaliknya.
            Meskipun pola umum dari pertumbuhan dan perkembangan sama bagi semua bayi, tetapi tetap ada perbedaan dalam tinggi, berat, kemampuan sensorik dan bidang perkembangan fisik lainnya. Bahkan terdapat beberapa bayi yang lahir dengan tidak normal dan mengalami perkembangan fisik yang kurang normal pula. Hal tersebut mungkin disebabkan karena bayi dilahirkan sebelum tepat pada usia sembilan bulan atau kondisi fisik yang buruk akibat ibu kekurangan gizi, mengalami tekanan atau kondisi kurang baik lainnya selama masa kehamilan.
            Pola pertumbuhan fisik pada bayi laki-laki maupun perempuan adalah sama. Namun bentuk tubuh yang mulai tampak pada usia dua tahun menyebabkan perbedaan dalam tinggi dan berat. Selama periode masa bayi, perbedaan-perbedaan tidak saja terus berlangsung tetapi semakin tampak mencolok. Perbedaan dalam hal berat lebih besar daripada perbedaan dalam hal tinggi. Ini disebabkan karena perbedaan berat sebagian bergantung pada bentuk tubuh dan sebagian lagi bergantung pada kebiasaan makan dan jenis makan.
           







iii
Proses Persalinan

            Persalinan adalah puncak dari semua yang telah terjadi dari mulai masa pembuahan. Parturition (proses kelahiran) berawal dari proses perubahan pada uterine, cervical, dan yang lainnya yang berujung pada persalinan terjadi dua minggu sebelum persalinan ketika terjadi perubahan dalam keseimbangan progesteron dan estrogen.
Tahap-tahap persalinan
Vaginal Childbirth terjadi dalam empat tahap yang saling berkaitan.
1.      Tahap Pertama
Tahap ini merupakan tahap yang terpanjang, biasanya kurang atau lebih dari 12 jam. Sepanjang tahap ini, kontraksi uterin yang terus meningkat memnyebabkan cervix makin membuka.
2.      Tahap Kedua
Tahap ini biasanya berlangsung selama sekitar 1,5 jam atau lebih. Tahap ini dimulai ketika kepala bayi mulai bergerak melalui cervix ke lubang vagina (vaginal canal), dan berakhir ketika si bayi keluar dari tubuh ibunya secara utuh. Apabila proses ini terjadi lebih dari dua jam, maka itu berarti si bayi membutuhkan lebih banyak bantuan. Dokter mungkin akan memegang kepal bayi dengan forcep, atau lebih sering dilakukan dengan menggunakan vakum dengan kepala penyedot untuk menariknnya keluar dari tubuh si ibu, lalu si bayi lahir namun masih terhubung dengan plasenta dalam tubuh ibu melali tali pusar, yang harus dipotong dan diikat.
3.      Tahap Ketiga
Tahap ini berlangsung sekitar 5-30 menit, plasenta dan tali pusar yang masih tersisa dikeluaran dari tubuh ibu.
4.      Tahap Keempat
Beberapa jam setelah persalinan, pemulihan si ibu terus dipantau ketika ibu beristirahat.
1
Bayi Baru Lahir
            Empat minggu pertama dari kehidupan, periode neonatal merupakan waktu transisi dari rahim di mana janin didukung sepenuhnya oleh ibu, ke keberadaan mandiri.
Ukuran dan Bentuk
Rata-rata bayi yang lahir normal di Amerika Serikat memiliki berat 2,8-5 kg dengan panjang sekitar 45-55 cm. Pada beberapa hari pertama, bayi yang baru lahir akan kehilangan sekitar 10 persen dari beratnya dikarenakan kehilangan cairan. Bayi yang baru dilahirkan memiliki bentuk yang unik, termasuk kepala yang besar dan dagu yang tertarik masuk. Pada saat pertama, bisa jadi kepala bayi berbentuk panjang dan tak beraturan yang disebabkan oleh proses molding.
Banyak diantara bayi yang baru lahir berwarna merah muda. Hal tersebut disebabkan oleh kulit mereka yang terlalu tipis sehingga hanya menutupi kapiler yang merupakan tempat darah mengalir.
Sistem Tubuh
Sebelum lahir, sirkulasi darah, pernapasan, makanan, pembuangan kotoran, dan regulasi suhu tubuh dilaksanakan melalui tubuh ibu. Janin mendapatkan oksigen melalui tali pusar yang juga merupakan tempat penyaluran karbondioksida. Apabila seorang bayi tidak bernapas selama lebih dari 5 menit, maka ia akan mengalami anoxia, yaitu kerusakan otak permanen dikarenakan kekurangan oksigen.Dalam rahim, janin juga mengandalkan tali pusar untuk membawa makanan dari sang ibu dan mengeluarkan kotoran tubuhnya. Tiga atau empat hari setelah persalinan, sekitar setengah dari bayi akan mengalami neonatal jaundice, yaitu kulit dan mata tampak kekuningan dan ini disebabkan oleh belum sempurnanya liver.






2
Aktivitas ( State of Arousal )
Seorang bayi yang baru lahir rata-rata tidur 16 jam sehari, namun ada pula yang hanya tidur 11 jam atau malah 21 jam. Semakin besar si bayi, maka kebutuhan tidur mereka juga semakin berkurang. Pada usia 3 bulan, bayi akan lebih sering terjaga pada sore hari dan tidur pada malam hari. Ritme tidur bayi tidak sepenuhnya biologis. Ritme tersebut berbeda dari satu kultur ke kultur yang lain.
Kematian Pada Masa Bayi
Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)
Salah satu yang menyebabkan kematian pada masa bayi adalah SIDS atau terkadang disebut dengan crib death. SIDS adalah kematian bayi berusia dibawah satu tahun secara mendadak dan penyebab kematiannya tidak jelas walaupun telah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, termasuk autopsi. SIDS adalah penyebab utama dari kematian bayi postneonatal yang paling umum ditemui pada bayi Indian-America dan Africa-America.
Cacat biologis mendasar kemungkinan dapat membuat bayi rentan selama periode kritis dalam perkembangan mereka terhadap beberapa pengalaman yang memberikan kontribusi atau memicu SIDS, seperti terpapar asap rokok, terpapar kafein saat prenatal, atau tidur dengan posisi tengkurap. Peningkatan jumlah alpha-fetoprotein dalam darah ibu selama trimester kedua juga dapat menjadi penanda bayi lahir dalam keadaan meninggal maupun SIDS.
Penelitian menunjukkan bukti kuat mengenai hubungan antara SIDS dan tidur tengkurap. Tidur menyamping juga tidak aman karena bayi yang ditidurkan miring akan berpindah ke posisi tengkurap. Para dokter menyarankan agar bayi tidak tidur dipermukaan lembut seperti bantal, selimut tebal, dan lainnya. Tidur telentang cenderung menghasilkan sedikit hambatan sementara dalam perkembangan keterampilan motorik yang membutuhkan kekuatan tubuh bagian atas seperti berguling, duduk, merangkak, dan berjalan. Akan tetapi, tahapan-tahapan perkemmbangan ini masih dapat dicapai dalam rentang usia normal.

3
Perkembangan Fisik Awal

Prinsip Perkembangan
Perkembangan dan pertumbuhan fisik mengikuti prinsip cephalocaudal dan proximodistal. Pada prinsip cephalocaudal, pertumbuhan bergerak dari atas ke bawah. Karena otak tumbuh dengan sangat cepat sebelum lahir, maka besar kepala bayi yang baru lahir selalu tidak proporsional. Kepala tersebut akan menjadi proporsional seiring dengan pertumbuhan tinggi anak dan perkembangan tubuh bagian bawah. Perkembangan sensoris dan motorisnya juga merujuk prinsip yang sama, yaitu bahwa para bayi belajar menggunakan tubuh bagian atasnya dulu sebelum bagian bawah.Sedangkan pada prinsip proximodistal, pertumbuhan perkembangan motoris bergerak dari bagian tengah tubuh ke luar. Dalam rahim, kepala dan tubuh lebuh dahulu berkembang sebelum tangan dan kaki, dan akhirnya jari-jari tangan dan kaki.

Perkembangan Fisik
Pada usia 3 tahun, tinggi anak laki-laki telah mencapai 92,5 cm dan tinggi anak perempuan telah mencapai 90 cm. Seiring dengan tumbuhnya si bayi, bentuk dan proporsi tubuh juga berubah. Anak berusia 3 tahun tampak lebih langsing dibandingkan dengan anak berusia 1 tahun. Pertumbuhan gigi dimulai di usia 3 atau 4 bulan, tapi biasanya gigi pertama baru akan muncul pada rentang usia 5-9 bulan, atau bahkan lebih lama dari itu. Pada usia 3 tahun, semua gigi utama telah tumbuh dan anak dapat mengunyah apapun yang diinginkannya.  
Nutrisi
Nutrisi yang tepat dan tidur yang cukup merupakan hal esensial bagi pertumbuhan yang sehat.
ü Makanan di Masa Awal: Sekarang dan Masa Lalu.
Dari awal sejarah manusia, seorang bayi pasti makan dengan menyusu. Biasanya, seorang wanita yang tidak dapat atau tidak ingin mengurus bayinya akan mencari “wanita lain” untuk melakukan hal itu. Baru pada awal kedua puluh ini, dengan munculnya pembeku, pasteurization, dan sterilisasi, pabrikan mulai mengembangkan formula untuk memodifikasi dan memperkaya susu sapi untuk konsumsi.
4
ü  Puting atau Botol
ASI selalu menjadi makanan terbaik bagi bayi. Mengapa ASI yang terbaik? Itu dikarenakan ASI lebih mudah dicerna, lebih kaya nutrisi dibandingkan dengan susu formula, memiliki kecenderungan yang sangat kecil untuk menimbulkan alergi dan merupakan sumber nutrisi paling lengkap untuk setidaknya 6 bulan pertama.Akan tetapi, ada alternatif lain yang dapat menggantikan ASI sebagai makanan bagi bayi, yaitu susu formula yang diperkuat dengan bahan dasar susu sapi atau protein kedelai dan mengandung vitamin dan mineral suplemental. 
   
Otak dan Perilaku Refleks

            Seorang bayi dapat bereaksi terhadap puting susu ibu dan memulai gerakan untuk mengisap ASI serta mengendalikan masuknya ASI ke dalam tubuh mereka merupakan salah satu dari tugas Sistem saraf pusat (central nervous system)-otak dan saraf tulang belakang (kumpulan saraf sepanjang tulang belakang)-dan jaringan saraf sekunder yang sedang tumbuh berkembang ke seluruh bagian tubuh. Melalui jaringan ini, pesan sensoris berjalan ke otak dan saraf motor memberikan perintah untuk kembali.
Pembentukan Otak
            Pertumbuhan otak baik sebelum kelahiran dan selama tahun-tahun masa kanak-kanak sangat penting bagi perkembangan fisik, kognitif, dan emosional di masa yang akan datang. Melalui alat yang dapat memberikan gambaran tentang otak, peneliti mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana pertumbuhan otak bekerja. (Behrman, 1992; Casaer, 1993, Gabbard, 1996).



5
            Pada saat lahir, berat otak hanya sekitar 25 persen dari berat otak orang dewasa nantinya, yaitu 3,5 pon. Otak mendapatkan 70 persen dari berat tersebut pada usia 1 tahun dan hamper 90 persen pada usia 3 tahun. Pada usia 6 tahun, ukuran otak bayi hampir sebesar ukuran otak orang dewasa. Tetapi pertumbuhan dan perkembangan fungsionalnya bergantung pada gizi yang benar, termasuk zat seperti protein, zat besi, iodine, zinc, vitamin A, vitamin B6, dan asam folat (Rao & Georgieff,2000). Pertumbuhan otak terjadi secara tidak teratur, dan berbagai bagian yang berbeda dari otak tumbuh dengan pesat pada waktu yang berbeda pula.
Bagian Utama Otak
            Dimulai sekitar dua minggu setelah pembuahan, otak secara bertahap berkembang dari masih berbentuk tabung panjang menjadi sekelompok sel yang berbentuk bulat. Saat lahir, lonjakan pertumbuhan dari saraf tulang belakang dan batang otak (bagian dari otak yang bertanggung jawab terhadap berbagai fungsi tubuh dasar seperti bernapas, detak jantung, suhu tubuh, dan siklus terjaga dan tidur) terjadi hampir pada saat yang sama. Serebrum (bagian dari otak yang mempertahankan keseimbangan dan koodinator motorik) tumbuh paling cepat selama satu pertama kelahiran. (Caesar, 1993)
            Serebrum , bagian otak yang paling besar, dibgi menjadi dua bagian besar, yaitu kiri dan kanan, yang masing-masing memiliki fungsi sendiri. Spesialisasi dari belahan otak (hemisfer) disebut lateralisasi (laterization). Belahan otak kiri biasanya berhubungan dengan bahasa dan pemikiran logis, dan belahan otak kiri biasanya berhubungan dengan fungsi visual dan spasial seperti membaca, menggambar, dan menulis. Lateralisasi bahasa meningkat seiring bertambahnya usia, dengan puncak sekitar usia 25 sampai 35 tahun (Szaflarski, Holland, Schmithorst, dan Webber-Byars, 2004). Kedua belahan otak tersebut dihubungkan dengan jaringan yang memiliki sifat lentur dan kuat seperti karet, yaaitu korpus kalosum (corpus callosum) , yang memungkinkan kedua belahan otak tersebut untuk bertukar informasi dan mengkoordinasi perintah. Korpus Kalosum berkembang dengan pesat sepanjang masa kanak-kanak, dan mencapai kematangan di usia sekitar 10 tahun.

6
            Setiap belahan otak memiliki empat lobus atau bagian : oksipital, parietal, temporal, dan frontal, yang mengendalikan berbagai fungsi berbeda dan berkembang dengan tingkatan berbeda-beda. Bagian dari korteks serebrum (permukaan luar dari serebrum) yang mengatur penglihatan dan pendengaran mencapai tingkat kematangan di usia 6 bulan, tetapi area dari lobus frontal yang bertanggung jawab atas penciptaan asosiasi mental, mengingat, dan menghasilkan respons motorik yang diharapkan, baru akan matang setelah beberapa tahun.
            Lonjakan pertumbuhan otak yang dimulai sejak sekitar trimester ketiga dari masa kehamilan dan terus berlanjut sampai setidaknya tahun keempaat masa kehidupan penting bagi perkembangan fungsi neurologis. Tersenyum, menggumam, merangkak, berjalan, dan berbicara-semua tahapan utama sensorik, motorik, dan kognitif di masa bayi dan balita-dimungkinkan karena perkembangan yang cepat di otak, terutama di korteks serebrum.
Sel Otak
            Otak terdiri atas dua jenis sel : neuron dan sel glial. Neuron (neurons) atau sel saraf berfungsi untuk mengirim dan menerima informasi. Sel glial berfungsi untuk mendukung dan melindungi neuron. Dimulai pada bulan kedua kehamilan dan diperkirakan 250.000 neuron mentah dihasilkan melalui pembelahan sel (mitosis). Saat lahir, sebagian besar dari 100 triliun neuron dalam otak yang sempurna telah terbentuk, namun belum berkembang dengan sempurna. Peningkatan paling cepat jumlah neuron terjadi pada minggu kedua puluh lima kehamilan dan beberapa bulan setelah kelahiran. Peningkatan jumlah sel diiringi oleh pertumbuhan dramatis ukuran sel.
            Pada dasarnya, neuron adalah sel tubuh dengan nucleus, yang terdiri dari deoxyribonucleic acid (DNA), yang mengandung program genetik sel tersebut. Sel-sel dasar ini bermigrasi ke beberapa bagian dari otak yang sedang tumbuh. Di sana,mereka melepaskan akson dan dendrite, ekstensi yang sempit dan bercabang. Akson mengirimkan sinyal ke neuron lain, dan dendrite menerima pesan masuk dari neuron-neuron tersebut melalui sinaps, jaringan system komunikasi saraf. Sinaps adalah celah kecil yang dijembatani dengan bantuan zat kimiawi yang disebut dengan neurontransmitter.
7
Pada akhirnya, neuron tersebut bisa memiliki 5.000 sampai 100.000 koneksi sinapsis dari dan menuju penerima sensor tubuh, otot, dan neuron lain di dalam sistem saraf pusat.Penggandaan koneksi dendrit dan sinapsis, terutama selama dua setengah bulan sebelum melahirkan dan enam bulan pertama sampai dua tahun pertama kelahiran, mempengaruhi banyak pertumbuhan otak, serta membebaskan munculnya banyak kemampuan perceptual, kognitif, dan motorik. Kebanyakan neuron di korteks yang bertanggung jawab terhadap fungsi kompleks tingkat tinggi, terbentuk sejak dua puluh minggu masa kehamilan, dan struktur menjadi lebih jelas selama dua belas minggu ke depan. Hanya setelah kelahiran, sel mulai membentuk koneksi yang dapat memungkinkan komunikasi terjadi.
            Seiring dengan berlipat gandanya neuron, bermigrasi ke tempat yang telah ditetapkan, dan membangun koneksi, neuron menjalani proses komplementari, yaitu integrasi dan diferensiasi. Melalui integrasi, neuron yang mengendalikan berbagai kelompok otot mengoordinasikan aktivitas-aktivitas mereka. Melalui diferensiasi, setiap neuron mengambil struktur dan fungsi yang spesifik dan khas.
            Awalnya, otak memproduksi lebih banyak neuron dan sinaps dari yang dibutuhkannya. Neuron dan sinaps yang tidak digunakan atau tidak berfungsi dengan baik akan mati. Proses sel mati, atau pemangkasan sel berlebih, dimulai selama masa prenatal dan terus berlangsung setelah kelahiran, membantu menciptakan sistem saraf yang lebih efisien. Jumlah sinaaps tampaknya mencapai puncak saat berusia 2 tahun dan eliminasi mereka terus berlangsung sampai remaja. Hubungan antar sel kortikal juga terus membaaik saat dewasa, memungkinkan fungsi motorik dan kognitif yang lebih lentur dan pada tingkat yang lebih tinggi.





8
Mielinasi
Mylenation (meilinasi) adalah proses penyelubungan neoran dengan materi berlemak (myelin) yang memungkinkan terjadinya komunikasi yang lebih cepat antar sel. Meilinasi dimulai pada pertengahan kehamilan di beberapa bagian dari otak dan terus berlanjut hingga dewasa. Jalur yang  berkaitan dengan sentuhan yang merupakan indera pertama yang dikembangkan dimeilinisasi dengan kelahiran. Meilinisasi jalur visual, yang lebih lambat mencapai kesempurnaan, dimulai saat lahir dan berlanjut pada lima bulan pertama kelahiran. Jalur yang berkaitan dengan pendengaran ddimeilinisasi pada lima bulan pertama kehamilan, tetapi proses tersebut sempurna ketika bayi berumur empat tahun.
Bagian dari kortex yang mengontrol perhatian dan memori tidak dapat dimeilinisasi dengan penuh sampai usia dewasa awal. Meilinisasi hippocampus, struktur yang berada dalam lobus temporal yang memainkan peran kunci dalamm memori, terus berkembang hingga usia 70 tahun.Meilinisasi jalur sensoris dan motoris, pertama pada spinal cord fetus, dan setelah kelahiran pada cerebral korteks, bisa jadi bertanggung jawab atas kemunculan atau ketidakmunculan refleks awal.
Refleks Awal
            Reflek awal (early reflexes), pada kondisi ini terjadi perilaku reflek yaitu respon yang otomatis, tidak disengaja dan alamiah. Perilaku reflek dikontrol oleh inti otak bagian bawah yang mengatur proses otomatis lain, seperti menghirup udara dan detak jantung. Terdapat bagian dari otak yang dimeilinisasi secara penuh pada saat kelahiran. Perilaku refleks memainkan peranan penting dalam merangsang perkembangan awal sistem saraf pusat dan otot.
            Seorang bayi diperkirakan memiliki dua puluh tujuh refleks, yang terlihat pada waktu lahir atau segera setelah kelahiran. Refleks primitif, seperti menghisap, mencari puting susu, dan refleks moro(respon terkejut dan jatuh) lebih banyak berkenaan dengan kebutuhan instingtif untuk bertahan hidup dan perlindungan. Seiring dengan semakin aktifnya pusat otak tingkat tinggi pada dua sampai empat bulan pertama, bayi mulai menunjukan refleks postural: reaksi mengubah posisi atau keseimbangan. Refleks lokomotor, seperti refleks berjalan dan berenang, menunjujkkan gerakantertentu yang tidak muncul kecuali sebulan setelah refleks lainnya menghilang.
            Sebagian besar refleks awal menghilang pada enam bulan pertama hingga satu tahun. Refleks yang melakukan fungsi protektif seperti berkedip, menguap,  batuk, tertawa, bersin, gemetar, dan refleks pupilaris akan tetap ada.
9
Hilangnya refleks yang tidak diperlukan sesuai dengan waktunya merupakan isyarat bahwa jalur motorik telah dimeilinisasi, sehingga memungkinkan untuk berpindah kedapa gerakan yang disengaja. Karena itu kita dapat mengevaluasi perkembangan saraf tubuh dengan melihat apakah reflek tertentu ada atau tidak.
Pembentukan Otak
Membentuk otak: pengalaman pesat otak yang dimulai pada sekitar trimester ketiga dalam kehamilan dan terus berlanjut hingga paling tidak usia empat tahun merupakan hala yang paling penting bagi perkembangan fungsi saraf. Tersenyum, mengoceh, meramgkak, berjalan, dan berbicara-semua dasar sensoris, motor, dan kognitif bagi masa anak bayi dan dewasa- dimungkinkan oleh perkembangan otak yang cepat, terutama cerebral korteks.
            Perkembangan emosional masa awal juga mungkintergantung pada pengalaman. Bayi yang memiliki ibu yang sangat tertekan menunjukkan aktifitas yang lebih sedikit pada lobus frontal bagian kiri, yang merupakan otak yang terlibat dalam emosi positif seperti perasaan gembira, dan lebih banyak aktifitas dalam lobus frontal kanan, yang diasosiasikan dengan emosi negatif. Plastisitas yang terus berlanjut sepanjang hayat seiring dengan perubahan ukuran dan bentuk neuron sebagai respon terhadap pengalaman lingkungan, dan pengalaman korektif juga terkadang dapat dilakukan untuk menambal kekrangan dimasa lalu. Selain itu dalam perkembangan bayi pada masa refleks awal ini, nutrisi berperan penting. Kekurangan nutrisi dapat mempengaruhi perkembangan kognitif yang normal.  
KEMAMPUAN SENSORI AWAL
Indra bayi berkembang dengan cepat pada beberapa bulan pertama kehidupan mereka.
Sentuhan dan Rasa Sakit
Sentuhan merupakan indra pertama yang berkembang, dan untuk beberapa bulan pertama merupakan sistem sensor paling matang. Ketika pipi dekat mulut seorang bayi yang baru lahir disentuh, ia akan beraksi dengan mencoba mencari puting susu ibu. Isyarat awal dan reflek dasar ini terjadi dua bulan setelah kehamilan. Pada minggu ketiga puluh dua (8 bulan) dari kehamilan, seluruh bagian tubuh seorang bayi sangat sensitif terhadap sentuhan, dan sensitivitas ini akan semakin meningkat selama lima hari pertama kehidupan.
10
Mencium dan Merasa 
Indra penciuman dan perasa ini juga mulai berkembang di rahim. Rasa dan bau makanan yang dikonsumsi calon Ibu dapat ditranmisikan kepada janin melalui cairan amniotik. Setelah melahirkan, transmisi yang sama juga terjadi melalui ASI. Seorang bayi berumur enam hari yang mengonsumsi ASI  lebih memilih aroma susu ibunya ketimbang ibu lain yang juga menyusui, tetapi bayi berusia 2 hari tidak demikian. Hal ini menunjukkan bahwa bayi membutuhkan beberapa hari pengalaman untuk belajar bau tubuh ibu mereka. Pemilihan rasa tertentu tampaknya merupakan hal yang alami. Seorang bayi yang baru lahir memilih rasa yang manis ketimbang yang asam atau pahit.
Pendengaran
Pendengaran juga telah berfungsi sebelum kelahiran. Pengenalan dini terhadap suara dan bahasa yang didengar di dalam rahim merupakan pondasi hubungan antara orang tua dan anak. Diskriminasi auditori berkembang dengan pesat setelah kelahiran. Bayi tiga hari dapat mengetahui suara dari mereka yang telah mereka dengar sebelumnya. Karena pendengaran merupakan kunci dari perkembangan bahasa, kekurangan dalam pendengaran seharusnya diidentiikasikan dan ditangani sedini mungkin.
Penglihatan
Penglihatan merupakan indra yang baru berkembang tepat ketika seorang bayi dilahirkan. Mata seorang bayi yang baru lahir, lebih kecil dibandingkan mereka yang dewasa, struktur retinanya belum komplet, dan saraf optiknya sedang berkembang. Bayi yang baru lahir buta di cahaya yang terang. Peralatan penglihatan mereka sangat sempit, dan akan menjdi dua kali lipat lebih luas pada usia 2 hingga 10 minggu.



11
Kemampuan untuk mengikuti target bergerak, dan juga persepsi terhadap warna, berkembang dengan cepat pada bulan pertama.Penglihatan menjadi semakin akurat pada tahun pertama, mencapai level 20/20 pada usia enam bulan. Penglihatan binokular (penggunaan bola mata untuk fokus, memungkinkan persepsi dalam dan jauh, biasanya baru akan berkembang pada bulan ke-4 dan ke-5.
Perkembangan Motoris
Bayi tidak perlu diajarkan keterampilan motor dasar seperti merangkak, menggenggam, dan berjalan. Mereka hanya membutuhkan ruang untuk bergerak dan kebebasan untuk melihat apa yang mereka dapat lakukan. Saraf sistem pusat, otot, dan tulang siap dan lingkungannya menawarkan kesempatan yang bagus untuk melakukan eksplorasi dan praktik, para bayi sering mengagetkan orang dewasa dengan kemampuan baru mereka.
Patokan Perkembangan Motor                     
Perkembangan motor ditandai dengan beberapa ciri: kemampuan yang berkembang secara sistematik, tiap penguasaan kemampuan baru mempersiapkan bayi untuk kemampuan berikutnya. Pertama kali bayi akan belajar keterampilan sederhana dan kemudian mengkombinasikannya ke dalam sistem tindakan yang semakin kompleks, yang menghasilkan cakupan gerakan yang lebih luas atau lebih tepat dan kontrol yang lebih efektif terhadap lingkungan. Dalam ketepatan menggenggam, misalnya pertama-tama seorang bayi mencoba untuk mendapatkan sesuatu menggunakan seluruh tangannya. Kemudian si bayi akan menguasai princer grasp, menggunakan jari telunjuk dan jempol yang disatukan dan membentuk lingkaran sehingga memungkinkannya untuk mengambil objek yang kecil. Ketika kita melacak perkembangan yang biasa terjadi pada pengontrolan kepala, tangan, dan locomotion.




12
Kontrol Kepala. Setelah lahir, sebagian besar bayi dapat menggerakan kepalanya ke kiri dan ke kanan ketika ditidurkan terlentang. Ketika ditidurkan tengkurap, banyak yang dapat mengangkat kepala mereka cukup tinggi untuk dapat diputarkan. Dalam dua atau tiga bulan pertama, mereka akan mengangkat kepala mereka semakin tinggi hingga suatu ketika samapi pada titik dimana mereka kehilangan keseimbangan dan berguling. Pada usia 4 bulan, hampir semua bayi dapat menjaga kepala mereka tetap tegak ketika digendong dalam posisi duduk.
Kontrol Tangan.Bayi dilahirkan dengan refleks menggenggam. Apabila telapak tangan seorang bayi ditekan maka tangan akan menggenggam dengan kuat. Pada usia 3 ½ bulan, sebagian bayi dapat menggenggam benda berukuran sedan seperti mainan, tapi kesulitan untuk memegang objek berukuran kecil. Antara 7-11 bulan, tangan mereka sudah cukup terkoordinasi untuk mengambil benda kecil seperti daun dengan menggunakan princer grasp. Pada bulan ke-15, bayi normal dapat membangun menara dengan kedua kotak. Beberapa bulan setelah ulang tahun yang ketiga, seorang anak dapat menyalin lingkaran dengan baik.
Locomotion. Setelah 3 bulan bayi akan mulai berguling dengan sengaja (bukan karena kebetulan seperti sebelumnya), duduk tanpa sandaran pada usia 6 bulan, dan bisa duduk tanpa bantuan sekitar 2 ½ bulan kemudian.Antara 6 dan 10 bulan, sebagian bayi sudah mulai merangkak dan merayap dengan kekuatan mereka sendiri. Dengan bertumpu pada tangan atau perabot, bayi normal dapat berdiri di usia 7 bulan keatas. Kurang lebih 4 bulan kemudian bayi sudah dapat berdiri sendiri.
Semua perkembangan ini mengarah kepada pencapainan keterampilan motorik utama pada bayi yaitu berjalan. Untuk beberapa bulan sebelu mereka dapat berdiri tanpa bantuan, bayi mempraktikan merangkak ketika berpegangan pada perabot. Mereka dapat berdiri dengan baik pada sekitar 11 ½ bulan dan melakukan langkah pertama mereka. Dalam beberapa minggu, setelah ulang tahun pertamanya, anak normal akan berjalan dengan baik dan karena itu disebut balita (toddler).


13
Pada tahun kedua, anak mulai memanjat tangga dengan meletakkan satu kaki setelah kaki yang lain naik, lalu mereka akan menggilir pergerakan kaki tersebut. Pada tahun kedua balita lari dan melompat. Pada usia 3 ½ tahun sebagian besar anak dapat berdiri seimbang satu kaki dalam waktu yang sebentar saja dan mulai melompat dengan satu kaki.
Bagaimana Perkembangan Motorik Terjadi
Perkembangan motorik merupakan proses berkesinambungan interaksi antara bayi dan lingkungan. Thelen memberikan contoh efek berjalan: gerakan melangkah yang dilakukan oleh bayi yang baru lahir ketika diberdirikan dengan kaki menyentuh permukaan. Biasanya perilaku ini akan menghilang pad abulan keempat. Lalu pada akhir tahun pertama usianya, ketika si bayi mulai siap untuk berjalan, maka gerakan tersebut akan muncul kembali.
Perkembangan Motorik dan Persepsi
Persepsi sensoris memungkinkan bayi untuk mempelajari lingkungan mereka sehingga mereka dapat menentukan arah didalamnya. Pengalaman motoris akan membentuk dan memodifikasi persepsi mereka tentang apa yang akan terjadi jika mereka berjalan ke rah tertentu.Koneksi dua arah antara persepsi dan aksi ini memberikan bayi banyak informasi berguna tentang diri mereka sendiri dan dunia mereka.Bayi mulai meraih dan memegang objek pada sekitar 4-5 bulan, pada usia 5 ½ bulan mereka dapat menyesuaikan pandangan merekauntuk menggerakan atau memutar objek tertentu. Saat ini para peneliti telah menemukan bahwa bayi di kelompok usia tersebut dapat menggunakan petunjuk sensoris lain untuk meraih suatu benda. Mereka dapat menemukan mainan suara yang tidak terlihat dengan mendengarkan suaranya, dan mereka dapat meraih objek yang bersinar dalam gelap walaupun tidak menyentuhnya terlebih dahulu melainkan hanya melihat. Mereka juga dapat meraih objek hanya dengan berdasarkan ingatan mereka terhadap letak objek tersebut.
Dalam eksperimen klasik yang dilakukan oleh Richard Walk dan Eleanor Gibson, bayi usia 6 bulan ditempatkan  diatas meje plexiglas berpola papan catur yang menciptakan ilusi jurang visual di tengah meja. Bayi tersebut melihat perbedaan antara “tepi” dan “jurang”, walaupun mereka melihat ibu mereka melambaikan tangan di sisi lain dari meja itu.
14
Persepsi dalam adalah kemampuan untuk mengindra objek dan dan permukan secara tiga dimensi, tergantung kepada beberapa jenis sinyal yang memengaruhi citra obyek di retina mata. Pada saat 5-7 bulan, bayi merespon isyarat yang berupa ukuran yang relatif dan perbedaan dalam tekstur dan bayangan.
Untuk menilai kedalaman isyarat-isyarat ini, bayi mengandalkan persepsi haptik yaitu kemampuan untuk mendapatkan informasi dengan memegang objek bukan hanya sekedar melihatnya.
Pengaruh Kultural Terhadap Perkembangan Motorik
Walaupun perkembangan motoris mengikuti tahapan yang tampak universal, akan tetapi langkahnya tampak tidak merespon faktor kontekstual. Tingkat perkembangan normal di satu kultur tidak sama dengan di kultur lain.Bayi Afrika cenderung lebih dulu duduk, berjalan, dan berlari dibangdingakan dengan bayi Amerika dan Eropa. Di Uganda misalnya, bayi biasanya berjalan di usia 10 bulan; dibandingkan dengan usia 12 bulan di Amerika Serikat dan 15 bulan di Perancis. Bayi Asia cenderung mengembangkan keterampilan ini lebih lambat.
 Perbedaan tersebut mungkin sebagian berkaitan dengan perbedaan etnis dalam tempramen atau mungkin merefleksikan praktik pengasuhan anak yang berbeda. Sebagian kultur secara aktif mendorong perkembangan kemampuan motoris. Di sisi lain, sebagian kultur justru tidak mendorong perkembangan motorik dini.






15
PENUTUP
KESIMPULAN
            Perkembangan fisik manusia selama tiga tahun pertama dimulai dari proses kelahiran hingga masa bayi atau disebut dengan anak-anak awal. Selama usia tiga tahun pertama anak akan tumbuh lebih cepat, terutama selam beberapa bulan pertama. Dan tidak akan mengalaminya lagi di masa-masa berikutnya.
            Tahapan perkembangan fisik manusia selama tiga tahun pertama secara ringkas adalah sebagai berikut :
·         Neonatal (lahir sampai 1 bulan) à Pertumbuhan tinggi dan berat badan terjadi secara cepat. Tidur sepanjang hari, membangun siklus tidur-bangun. Seluruh indera berkembang secara cepat.
·         1-6 bulan à Mulai meraih dan menggenggam berbagai objek. Mulai mengangkat dan menolehkan kepalanya. Bisa berguling-guling. Bisa merangkak atau merayap. Berkembangnya persepsi kedalaman. Penglihatan secara bertahap mencapai 20-20.
·         6-12 bulan à Duduk tanpa adanya penopang, berdiri sambil dipegangi, kemudian bisa berdiri sendiri. Bisa melangkah untuk pertama kalinya. Berat badan meningkat tiga kali lipat pada usia satu tahun.
·         12-18 bulan à Pertumbuhan berat dan tinggi badaan mulai agak melambat. Bisa berjalan dengan baik. Dapat mendirikan menara dari balok.
·         18-30 bulan à Dapat berjalan tegak. Mulai mencorat-coret tanpa arti.
·         30-36 bulan à Anak sudah memiliki gigi susu yang lengkap. Anak dapat melompat.




16
DAFTAR PUSTAKA

Hurlock, Elizabeth.B. ( 1980). Psikologi Perkembangan, Jakarta : Erlangga
Santrock, John.W. (2002). Life Span Development. Jakarta : Erlangga
Papalia, Diane E. (2009). Human Development. Jakarta : Mc Graww Hill









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar